Senin, 12 Januari 2009
























BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh orang dewasa kepada orang yang belum dewasa agar menjadi dewasa dibuktikan dengan adanya perubahan tingkah laku. Proses pendidikan manusia terjadi di tiga tempat yaitu di keluarga, sekolah dan masyarakat. Proses pendidikan yang dilakukan dilingkungan keluarga disebut pendidikan informal, yang dilaksanakan disekolah disebut pendidikan formal, dan yang diselenggarakan di masyarakat disebut pendidikan non formal. Dari ketiga lembaga tersebut ternyata pendidikan formal memerlukan persaingan program atau perencanaan yang matang dan materi pembelajaran yang jelas serta proses evaluasi yang terukur. Jiks tidak maka kegiatan pembelajaran manjadi kurang efektif.
Salah satu permasalahan pendidikan formal yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu penjdidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendididkan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untjukmeningkatkan mutu pendidikan nasional misalnya pengembangan kurikulum nasional dan local, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, pengadaan buku dan alat pelajaran, pengadaan dana perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan mutu manajemen sekolah. Namun demikian bebagai indicator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti.

Kasus-kasus yang dialami oleh SMA Negeri di Samarinda, terutama sekolah-sekolah pinggiran dimana mutu lulusannya secara umum masih jauh dari yang diharrapkan. Beberpa komponen di dalammnya belum berfungsi secara optimal, baik komponen Kepala Sekolah, Guru, Pegawai Tata Usaha, Siswa dan komponen lainnya

Sebagai pendidikan yang professional guru harus selalu mendorong dirinya untuk tumbuh dan berkembang serta menguasai berbagai metode dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Oleh karena itu kreatifitas dan inisiatif guru harus didorong dan dimanfaatkan secara kongkrit agar mereka memperoleh pengalaman professional dalam meningkatkan kemampuannya sebagai pendidik yang professional.
Kalau diperhatikan guru-guru SMA Negeri di Kota Samarinda masih jauh dari yang diharapkan, terbukti masih adanya guru yang melakukan hal-hal berikut : cara mengajar yang masih tradisional (anak disuru mencatat buku saja), frekuensi kelas kosong relative tinggi (membktikan guru malas mengajar), guru malasmengoreksi hasil pekerjaan anak, guru membuat nilai hasil evaluasi dengan asal-asalan, dating atau pulang kantor tidak tepat waktu, bahkan kadang-kadang ada guru yang tidak mengadakan evaluasi. Ini semua membuktikan memang kinerja guru tersebut rendah, yang pada akhirnya nanti akan mempengaruhi kualitas pendidikan itu sendiri.

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka penelitian ini akan mengungkap rendahnya kinerja guru dikaitkan dengan disiplin kerja guru dan iklim kerja guru. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang mendalam tentang masalah-masalah yang terjadi pada kinerja guru SMA Negeri di Kota Samarinda.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan laar belakang masalah di atas dapat diketahui bahwa banyak hal yang berkaitan dengan kinerja guru. Beberapa factor yang dapat di identifikasi antara lain : (1) apakah kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugasnya dapat meningkatkan kinerja guru ? (2) apakah iklim kerja termasuk didalamnya lingkungan kerja, baik fisik maupun non fisik yang mendukung proses pembelajaran dapat mempengaruhi kinerja guru ?

C. Pembatasan Masalah
Secara tegas masalah penelitian menelaah :
1. Hubungan iklim kerja dengan kinerja guru SMA Negeri di Kota Samarinda
2. Hubungan disiplin kerja dengan kinerja guru SMA Negeri di Kota Samarinda

D. Perumusan Masalah
Bertitik tolak pda uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah dan pembatasan masalah diatas, maka masalah pokok yang akan dikaji dalam penelitian ini dapat dirumuskan sbagai berikut :
1. Apakah ada hbungan antara iklim kerja dengan kinerja guru SMA Negeri di Kota Samarinda ?
2. Apakah ada hubungan antara disiplin kerja dengan kinerja guru SMA Negeri di Kota Samarinda ?
3. Apakah ada hubungan antara iklim kerja dan disiplin kerja dengan kinerja guru SMA Negeri di Kota Samarinda ?


E. Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi duania pendidikan pad umumnya dan bagi para guru pada khususnya, yaitu antara lain :
1. Secara teoritis, hasil penelitian ini bisa digunakan oleh para guru sebagai kajian untuk mendalami dan mengembangkan caara-caara meningkatkan disiplin kerja dalam rangka meningkatkan kinerjanya.
2. Secaa aplikasi, hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi Kepala sekolah, guru maupun pengawas untuk dapat meningkatkan iklim kerja yang baik dan disiplin kerja yang tinggi agar kinerja guru semakin baik.
3. Sebagai bahan rujukan maupun bahan pertimbangan sejak awal perlu dilihat kembali tentang keberhasilan guru, mutu guru dan kinerja guru.












BAB II
KERANGKA TEORETIS DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

A. Diskripsi Teoretis
Dari definisi yang telah dikemukakan oleh Peter Hagul , Christ Maning dan Masri Singrimbun dapat disimpulkan teori adalah merupakan serangkaian konsep, definisi dan proporsisi yang salingberkaitan agar dapat memberikan gambaran secara sistematis tentang suatu gejala atau fenomena dari suatu peristiwa yang terjadi pada saat penelitian dilaksanakan atau dengan kata lain teori merupakan suatu acuan dalam mengungkapkan suatu fakta dan suatu peristiwa.

Merujuk pada permasalahan yang akan diungkapkan dalam penelitian yaitu tentang Hubungan Iklim Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja Guru SMA Negeri di Kota Samarinda, maka akan diuraikan lebih lanjut mengenai penyusunan kerangka teoritis dan pengajuan hipotesis, dimulai dengan penjelasan landasan teori tentang :

1. Kinerja Guru
Berdasarkan pendapat dari para ahli, maka yang dimaksud dengan kinerja guru adalah intensitas guru dalam melaksanakan mengajar baik dalam kegiatan intra kurikuler maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler yang meliputi kegiatan perencanaan pembelajaran, proses belajar pengajar, evaluasi dan kegiatan dalam rangka peningkatan mengajar guru untuk mencapai daya serap yang tinggi atau meningkatkan prestasi belajar siswa.

2. Iklim Kerja
Dari beberapa uraian yang telah disampaikan oleh para ahli tentang iklim kerja dapat disimpulkan bahwa iklim kerja atau suasana kerja mengandung suatu pengertian hang menjelaskan suatu keadaan atau kondisi dan situasi, dimana suatu kegiatan berlangsung dalam suatu lingkungan tertentu. Iklim kerja ini dapat diciptakan sesuai dengan keingingan dan tujuan yang akan dicapai oleh unsur-unsur yang ada dalam lingkungan kerja tersebut. Lingkungan kerja yang kondusif sangat membantu berkembangnya iklim kerja yang baik dapat memberikan rasa senang, tentram, nyaman dan dapat menimbulkan kepuasan batin, karena setiap individu merasa punya peran dan perannya itu dapat dihargai oleh orang lain, walaupun rasa puas itu sangat relatif tergantung atas kongruensi antara kepribadian seseorang tersebut dengan lingkungan tempat dia bekerja, dan juga merupakan hasil persepsi mereka terhadap komponen-komponen yang ada dalam unit kerja, yaitu imbalan atau bayaran yang diterima apakah sudah sesuai dengan hasil pekerjaan yang diberikan.

3. Disiplin Kerja
Berdasarkan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan disiplin kerja adalah ketaatan atau keputusan terhadap perturan pekerjaan, kesadaran untuk melaksanakan tugas sesuai pedoman dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.

B. Kerangka Berpikir
1. Hubungan Iklim Kerja dengan kinerja guru
Iklim kerja mamiliki suatu pengertian yang menunjukkan kepada suatu situasi dan kondisi saat melakukan suatu kegiatan dalam lingkungan tertentu. Lingkungan yang kondusif akan menciptakan iklim kerja yang baik dan sehat, sehingga memungkinkan setiap personal yang ada akan dalam lingkungan tersebut dapat bekerja dengan baik. Kondusif disini dalam arti suasana yang terjadi memang banar-benar suasana yang diharapkan oleh personil yang ada di dalammnya.
Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat menciptakan iklim kerja yang kondusif meliputi 2 faktor utama, yaitu :
a. Lingkungan fisik, yaitu sararana-prasarana yang terdapat di dalamnya
b. Lingkungan personil, yaitu orang-orang yang bertugas di sekolah, antara lain guru, kepala sekolah, TU dan lain-lain.

Dari kajian diatas, diduga terdapat hubungan yang positif antar iklim kerja dengan kinerja guru. Dengan kata lain semakin baik iklim kerja guru maka semakin tinggi tingkat kinerja guru dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawab.

2. Hubungan disiplin kerja dengan kinerja guru
Inti dari disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang menharuskan orang-orang tunduk pada keputusan, perintah, atau peraturan yang berlaku. Guru yang pada dirinya terdapat kesadaran akan adanya aturan dan melaksanakan aturan secara total maka pekerjaan guru tersebut cendrung akan optimal. Dan sebaliknya guru yang mengabaikan dan tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan yang ada bahkan tidak peduli terhadap aturan maka hasilnya pun akan mengecewakan. Guru yang seperti ini termasuk guru yang memiliki kinerja kurang baik.

3. Hubungan iklim kerja ddan disiplin kerja secara bersama-sama dengan kinerja guru
Guru yang memiliki lingkungan kerja yang nyaman dan bertindak disiplin dalam pekerjaannya akan menghasilkan kinerja yang lebih baik/maksimal dibanding dengan guru yang tidak memiliki kedisiplinan dalam bekerja ditempat yang kurang menyenangkan. Dari keterangan tersebut dapat diungkapkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara iklim kerja dan disiplin kerja secara bersama dengan kinerja guru. Dengan kata lain semakin baik iklim kerja dan disiplin kerja maka semkin tinggi tingkat kinerja guru dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

C. Pengajuan Hipotesis
Berdasrkan kerangka berfikir sebagaimana telah dikemukakan di atas maka diajukan hipotesis sebagai berikut :
1. Terdapat hubungan positif antara iklim kerja dengan kinerja guru SMA Negeri di Kota Samarinda
2. Terdapat hubungan positif antara disiplin antara disiplin kerja dengan kinerja guru SMA Negeri di Kota Samarinda
3. Terdapat hubungan positif antara iklim kerja dan disiplin kerja dengan kinerja guru SMA Negeri di Kota Samarinda.







BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji masalah-masalah yang telah dirumuskan, yaitu untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara iklim kerja dan disiplin kerja dengan kinerja guru pada SMA Negeri di Kota Samarinda. Secara khusus penelitian ini bertujuan :
1. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara iklim kerja dengan kinerja guru SMA Negeri di Kota Samarinda
2. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara disiplin kerja dengan kinerja guru SMA Negeeri di Kota Samarinda
3. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara iklim kerja dan disiplin kerja dengan kinerja guru SMA Negeri di Kota Samarinda.

B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada SMA Negeri di Kota Samarinda. Dilaksanakan pada bulan Desember 2005. Sebelum pengambilan data dilapangan terlebih dahulu dilakukan beberapa persiapan seperti mengurus ijin untuk ujicoba instrumen penelitian, pelaksanaan ujicoba instrumen, uji validitas dan reliabilitas instrumen, sertapenyempurnaan instrumen untuk dijadikan instrumen baku dalam pengumpulan data.

C. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Ssurvey Dengan Teknik Korelasional. Teknik ini dilakukan untujk menganalisis hubungan antara dua variabel bebas, yaitu iklim kerja guru ( X1 ) dan disiplin kerja guru ( X2 ) serta variabel terikat yaitu kinerja guru (Y)

D. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Subyek penelitian yang diambil dalam peneltian ini adalah guru-guru SMA Negeri di Kota Samarinda pada tahun 2005/2006, sedangkan populasi terjangkaunya adalah guru-guru yang mengajar di SMA Negeri di Kecamatan Samarinda utara, Samarinda Ulu dan Samarinda Ilir. SMA Negeri yang berada di wilayah tersebut sebanyak 7 SMA Negeri yang meliputi : SMA Negeri 1 Samarinda (67 guru), SMA Negeri 2 Samarinda (64 guru), SMA Negeri 3 Samarinda (55 guru), SMA Negeri 5 Samarinda ( 62 guru ), SMA Negeri 8 Samarinda ( 42 guru ), SMA Negeri 9 Samarinda ( 27 guru ) dan SMA Negeri 12 Samarinda ( 19 guru ), semuanya berjumlah 336 guru.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Proporsional Random Sampling. Teknik Proporsional digunakan untuk menentukan agar banyaknya sampel yang diambil dari populasi pada tiap-tiap SMA seimbang. Sedangkan untjkmenentjkan guru yangmenjadi sampel penelitian ditentukan dengan teknik random.

Dari uraian di atas maka penelitian ini kemudian menentkan jumlah sampel sebanyak 25 % dari populasi atau 84 orang, dengan pertimbangan tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Setelah pengambilan data dilapangan ternyata yang mengembalikan instrumen hanya 71 orang, sehingga sampel yang diperhitungkan dalam penelitian ini sebanyak 71 orang atau 21 % dari populasi.















BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data
Deskripsi data hasil penelitian dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum mengenai penyebaran/distribusi data, baik berupa ukuran gejala pusat, ukuran letak maupun distribusi frekuensi. Berdarakan banyaknya variabel dan merujuk kepada masalah peneltian, maka deskripsi data dapat dikelompokan menjadi tuga bagian, yaitu :
1. variabel kinerja guru
2. variabel iklim kerja guru
3. variabel disiplin kerja guru

Uraian singkat hasil perhitungan sttistik deskriftif tersebut akan dikemukakan pada bagian berikut :
1. Variabel kinerja guru (Y)
Responden yang disajikan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 71 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rentang skor variabel kinerja guru (Y) berkisar antara 71 hingga 84 dengan rata-rata skor 78,13 dan simpangan baku 3,48. Skor variabel kinerja guru yang sering muncul adalah 79,39,sementara nilai sentral berada pada skor 78,63.

2. Variabel Iklim kerja guru (X1)
Responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 71 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rentng skor variabel iklim kerja guru (X1) berkisar antara 94 hingga 113 dengan rata-rata skor 204,52 dan simpangan baku 5,25. Skor variabel iklim keerja guru yang sering muncul adalah 104,14 sementara nilai sentral berada pada skor 104,50.

3. Variabel Disiplin kerja guru (X2)
Responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 71 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rentng skor variabel disiplin kerja guru (X2) berkisar antara 64 hingga 81 dengan rata-rata skor 73,17 dan simpangan baku 4,92. Skor variabel iklim keerja guru yang sering muncul adalah 76 sementara nilai sentral berada pada skor 73,68.
B. Pembahasan
Pembahasan hasil penelitian ini menyangkut dua hal yaitu diskrifsi hasil analisis tiap variabel dan hasil analisis korelasi antar variabel penelitian. Hasil analisis deskriftif variable menunjukkan bahwa :
1. Diperoleh skor terendah responden untujk variable kinerja guru ádalah 71 dan skor tertinggi responden adalah 84. rata-rata skor responden adalah 78,13 dengan stándar deviasi sebesar 3,48, sementara skor responden yang sering muncul hádala 79,39.
2. Diperoleh skor terendah responden untuk variable iklim kerja adalah 94 dan skor tertinggi responden ádalah 113. rata-rata skor responden adalah 104,50 dengan stándar deviasi sebesar 5,29, sementara skor responden yang sering muncul adalah 104,14.
3. Diperoleh skor terendah responden untuk variable disiplin kerja guru adalah 71 dan skor tertinggi responden adalah 81. rata-rata skor responden adalah 73,17 dengan stándar deviasi sebesar 4,92 sementara skor responden yang sering muncul adalah 76,00.

Hasil analisis hubungan antar variable adalah sebagai berikut :
1. Hubungan antara Iklim kerja guru dengan kinerja guru.
Analisis hasil penelitian terhadap hubungan antara iklim kerja guru dengan kinerja guru menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,64. Dan hal ini juga menggambarkan bahwa jika semakin tinggi skor iklim kerja maka semakin tinggi pula kinerja guru.

2. Hubungan antara Disiplin kerja guru dengan Kinerja guru
Analisis hasil penelitian terhadap hubungan antara disiplin kerja guru dengan kinerja guru menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,67. Dan hal ini juga menggambarkan bahwa jika semakin tinggi skor disiplin kerja maka semakin tinggi pula kinerja guru.

3. Hubungan antara iklim kerja guru dan disiplin kerja guru dengan kinerja guru
Analisis hasil penelitian terhadap hubungan antara iklim kerja guru dan disiplin kerja guru dengan kinerja guru menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,59. Sementara kontribusi yang diberikan oleh kedua variabel bebas adalah 35%. Artinya bahwa penurunan dan peningkatan variabel kinerja guru 35% ditentukan secara bersama oleh variabel iklim kerja dan disiplin kerja guru yang mengikuti persamaan garis
Y = 23,25 + 0,28X1 + 0,35X2




























BAB IV
KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan tentang hubungan iklim kerja guru dan disiplin kerja guru dengan kinerja guru pada SMA Negeri di Kota Samarinda dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara iklim kerja guru dengan kinerja guru, yang ditunjukkan oleh persamaan garis Y = 33,06 + 0,43 X1. Ini artinya semakin tinggi skor iklim kerja guru maka semakin tinggi pula kinerja guru.
2. Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara disiplin kerja guru dengan kinerja guru, yang ditunjukkan oleh persamaan garis Y = 41,96 + 0,49 X2. Ini artinya semakin tinggi skor disiplin kerja guru maka semakin tinggi pula kinerja guru.
3. Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara iklim kerja guru dan disiplin kerja guru dengan kinerja guru, yang ditunjukkan oleh persamaan garis Y = 23,25 + 0,28 X1 + 0,35 X2. Ini artinya secara keseluruhan variabel iklim kerja guru dan disiplin kerja guru dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja guru sebesar 35%

B. Implikasi
Temuan dalam penelitian ini memberikan makna bahwa upaya dalam meningkatkan kinerja guru tidak terlepas dri adanya upaya untuk menciptakan iklim kerja guru yang kondusif dan disiplin kerja yang tinggi.
Berikut akan dikemjukakan upaya yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan kinerja gutu melalui upaya peningkatan iklim kerja guru dan disiplin kerja guru.
1. Upaya meningkatkan kinerja guru melalui peningkatan iklim kerja guru
a. Mengikutsertakan guru dalam mengambil kebijakan sekolah
b. Melakukan pertemuan secara berkala kepada seluruh guru dan staf tata usaha guna
melakukan evaluasi diri
c. Menciptakan lingkungan kerja yang kondusif
2. Upaya meningkatkan kinerja guru melalui peningkatan disiplin kerja
a. Sosialisasikan Rencana Program sekolah kepada guru dan staf
b. Laksanakan program pembinaan dan pengembangan guru dan staf
c. Tingkatkan kesejahteraan guru dan staf

C. Saran
Berdasarkan kesimpulan dan implikasi yang telah dikemukakan di atas, diajukan beberapa saran sehubungan dengan upaya meningkatkan kinerja guru pada SMA Negeri di Kota Samarinda sebagai berikut :
1. Faktor iklim kerja dan disiplin kerja guru terbukti memiliki hubungan yang erat dengan kinerja guru, oleh karena itu disarankan kepada kepala sekolah SMA Negeri di Kota Samarinda untuk senantiasa mempeerhatikan kedua faktor tersebut.
2. Disadari bahwa penelitian ini masih memiliki berbagai keterbatasan, oleh karena itu dianjurkan bagi penelitian lanjutan untuk lebih memperbanyak jumlah sampel dan menggunakan insrumen penelitian yang lebih bervariasi.






Tidak ada komentar: